
1. Tas ini yang paling sering saya bawa ke mana-mana. Talinya yang panjang memudahkan saya menyilangkan pada tubuh saya, bahannya juga ringan dan ukurannya yang "menipu mata" alias kompak tapi berdaya muat yang selalu mengejutkan Reinier

Isinya sendiri tergantung ke mana tujuan saya dan apa kegiatan saya saat itu. Yang kebetulan sekarang sedang menghuni tas saya adalah:
2. Kotak kacamata, karena saya paling malas mengenakan kacamata. Kacamata hanya saya kenakan saat diperlukan saja.
3. Dompet dengan segala isinya.
4. Agenda mungil yang memuat jadwal kegiatan saya sebagai pengacara, alias pengangguran banyak acara!!

5. Tissue basah, barang penting untuk saat-saat khusus. Yang mengesalkan adalah kemasannya yang cukup memenuhi ruang dalam tas. Sulit sekali mencari tissue basah dengan kemasan kompak di sini, yang selalu saya temui hanya dalam kemasan 40 lembar. Kalaupun ketemu yang kompak, harganya tidak jauh berbeda dengan kemasan 40 lembar.
6. Karet pengikat rambut, jalan keluar jitu di saat rambut saya mulai menggoda dan menjengkelkan.
7. Kertas penyerap minyak, berguna untuk menyegarkan wajah dalam sekejap.
8. Rangkaian kunci. Wah, tanpa rombongan satu ini saya bisa tidak masuk rumah kalau Reinier juga sedang tidak berada di rumah.
9. Tusuk gigi. Paling menyebalkan jika masih ada yang tersisa saat selesai makan.
10. Lipgloss yang agak berwarna, biar kelihatan fresh.
11. Fisherman Friend, refreshment.
12. Tissue, selalu saja ada gunanya.
13. Pena.
14. Lotion. Udara Belanda membuat kulit saya cenderung kering dan selalu gatal kalau mulai kering.
15. Handphone. Sejak tinggal di sini benda ini yang hanya penting di saat darurat.
16. Cermin mungil, kadang-kadang saya bingung kenapa benda ini terus ada di dalam tas. Benda yang paling jarang digunakan.
Dat is alles.
Ira, Marlina, Digits, Irvana, Ayu, hayo lanjutin nih bongkar-bongkar isi tas masing-masing.
